Bawaslu Anggap Saweran Tetap Politik Uang

0
138

KORIDORZINE.COM, TERNATE-Ketua Bawaslu Maluku Utara Muksin Amrin menganggap budaya saro atau saweran yang dilakukan Ketua tim relawan pasangan Abdul Gani Kasuba dan M. Al Yasin Ali (AGK-YA) Muhaimin Sarif ata Ade Ucu saat AGK-YA tiba di Desa Kawaoli, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Taliabu murni money politics (politik uang) karena dilakukan secara jelas. “Itu kan fakta yann jelas-jelas terjadi, dan ini merupakan politik uang,” kata Muksin disela-sela acara bersama KPU di Hotel Safirna, Senin (25/03).

Muksin mengatakan, Bawaslu komitmen melaksanakan UU tanpa melihat apapun alasannya. Apalagi saweran atau saro ini dilakukan saat tim paslon AGK-YA akan berkampanye. “Kita tidak melihat atau memandang itu adalah adat atau tidak, tapi yang kita lihat adalah pembagian uang. Ini dilakukan pada saat proses kampanye lalu kemudian pembagian uang apalagi ini saweran. Saweran yang dilakukan dalam arena kampanye, maka ini disebut politik uang,” tegas Muksin.

Muksin menjelaskan, apabila tim AGK-YA berdalil bahwa saweran merupakan tradisi yang harus tetap dilakukan, maka bisa merusak sistem demokrasi di Maluku Utara karena semua bisa berdalil saweran adalah tradisi. “Bayangkan saja kalau kita mengatakan itu adalah adat lalu seluruhnya dilakukan seperti itu, maka rusak ini pemilu di Maluku Utara,” tegasnya.

Muksin menegaskan, apapun dalil yang dikemukan tim paslon yang diusung PDI-P dan PKPI ini, Bawaslu tetap komitmen memproses masalah ini sampai selesai. Bahkan pelaku yang melalukan saweran akan dipidanakan. “Penyataan yang disampaikan itu saya kira pernyataan mereka, silahkan saja tetapi prinsipnya Gakkumdu Kabupaten Taliabu sementara ini intens memproses. Saya prediksi kemungkinan akan direkomendasikan ke tingkat penyidik untuk dilakukan tahap penyelidikan dan itu ancamannya 70 bulan penjara terhadap yang melakukan saweran,” tandasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here