DPRD Minta Kepala BKD Malut Target Roling Pertama

0
93

KORIDORZINE, TERNATE-DPRD Maluku Utara meminta Plt gubernur, HM Natsir Thaib segera melakukan roling. Dalam roling pertama ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Irwanto Ali. Sebab Irwanto dinilai tidak punya etika dalam birokrasi. Bahkan Irwanto ‘menghantam’ Plt gubernur.

“Jabatan itu amanah, apabila Irwanto mempertahankan jabatan dan tidak mau diganti, maka Plt gubernuur dianggap penakut,” tegas sekretaris Komisi III DPRD Maluku Utara, Sahril Taher, Minggu (25/3).

Menurut Sahril, orang seperti Irwanto tidak boleh dipertahankan karena tidak memiliki etika berorganisasi, karena itu Sahril meminta Irwanto diganti dalam roling pertama. Sahril juga mengingatkan Plt gubernur, agar nama-nama pejabat yang direkomendasikan DPRD untuk diganti segera ditindaklanjuti sesuai kesepakatan.

“Minggu ini Plt gubernur sudah melakukan roling jabatan, karena kita menginginkan program anggaran 2018 berjalan baik dan pemerintahan tidak lagi bermasalah dengan proyek fiktif mau pun hutang,” tegasnya.

Dikatakan, program 2018 ada keinginan untuk perubahan dalam rangka perbaikan birokrasi pemerintahan. Karena itu Plt gubernur tidak perlu takut melakukan roling jabatan. “Pejabat diroling tidak mau, lantas apa tendensinya sehingga pimpinan SKPD mau bertahan dengan jabatannya. Apabila publik menilai pimpinan SKPD tidak memiliki kemampuan, langkah Plt gubernur harus melakukan roling. Apabila tidak melakukan roling dalam minggu ini, maka Plt gubernur telah membohongi publik, dan pemerintahan 2018 lebih rusak dari 2017 lalu,” paparnya.

DPRD menilai, pimpinan SKPD tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dibebebanka. Jabatan merupakan titipan dan amana, apabila publik telah menilai pimpinan SKPD tidak memiliki kemampuan, maka harus diterima sebagai bagian dari kritikan. “Kalau pejabat tidak mau dikritik jangan jadi pejabat, jadilah staf ANS biasa,” ujarnya.

Selama ini menurut Sahril, Pemprov mengangkat pejabat yang tidak profesional, tak heran pimpinan SKPD tidak mempunyai kopetensi dipertahankan hanya karena persolan politik. Sementara orang yang mempunyai keahlian tidak dipakai, maka kita akan mengkritisi dalam rangka perbaikan,” tandasnya. (fab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here