Divonis 4 Tahun, Terdakwa Kasus OTT di Ternate Banding

0
71

KORIDORZINE.COM, TERNATE-Terdakwa kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jamrud Lahabato tidak puasa dengan vonis 4 tahun penjara yang diputuskan Hakim Ketua Martha Maetin dari Pengadilan Negeri (PN) Ternate, 20 Maret 2018 lalu.

Jamrud didakwa dalam perkara kasus operasi tanggap tanggan (OTT) dari tim Saber pungli Polda Malut di hotel Bolevard Ternate dengan nilai bervariasi Rp 3 juta sampai Rp 10 juta, 28 November 2017 , dalam fakta persidangan barang bukti berupa uang Rp 4 juta tak puas dengan hasil putusan pengadilan. Karena itu akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Malut.

“Dalam waktu dekat ini vonis 4 tahun itu kami uji ulang di Pengadilan Tinggi Malut. Karena klien kami tidak puas. Mengingat barang bukti kasus OTT hanya Rp 4 juta saat dibuktikan di persidangan,” ungkap Jamrud melalui Penasehat Hukumnya (PH) Bahtiar Bahtiar di Ternate, Selasa (27/3).

Menurut Bahtiar, dituntut Jaksa Penutut Umum (JPU) 4 tahun penjara apabila klienya melakukan perbuatan berlanjut, tapi tidak demikian. Perkara ini kekurangan alat bukti dan hanya satu saksi yang dihadirkan dalam sidang. “Dalam asas hukum, kalau hanya satu saksi tidak bisa disebut saksi,” katanya.

Bahtiar menegaskan, kasus OTT yang menyeret klienya harus dilihat perbuatan para pelaku. Bukan JPU melihat fick beck atau menelesuri kembali kasus lain pada tahun 2016. Bagitu juga dengan pemberi suap kepada klirnya itu harus ditetapkan tersangka.

“Ini tidak demikian, sebab dalam UU Tipikor pemberi dan penerima harus ditetapkan tersangka. Karena itu vonis 4 tahun kami nyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Malut,” tandas Bahtiar. (san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here