Gubernur Kalteng Dorong Penyelesaian Jembatan Antarprovinsi

0
36

KORIDORZINE.COM, JAKARTA-Membangun daerah tidak harus menunggu perintah dari pemerintah pusat. Contohnya pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

“Dalam waktu dekat, saya akan bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat dan bupatinya (Kabupaten Ketapang). Saya ingin merealisasikan terobosan ini,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, melalui keterangan resmi, Kamis (29/3/2018).

Jembatan yang jadi penghubung antara Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Ketapang itu saat ini menyisakan bagian yang masuk ke wilayah Kalimantan Barat. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sukamara telah menyanggupi penyelesaian sisa pembangunan namun dengan syarat Pemerintah Kabupaten Ketapang membangun jalan sampai ujung jembatan.

Dengan begitu, sisanya tinggal menyambungkan satu bentang jembatan lagi. Menurut Pemerintah Kabupaten Ketapang, pihaknya telah melakukan ekspos kepada DPR RI untuk menjelaskan pentingnya akses penghubung kedua provinsi tersebut.

Sementara itu, menurut Sugianto, jika pembangunan jembatan yang berada di Sugai Jelai tersebut rampung, itu bakal meningkatkan ekonomi kedua provinsi. Karena itu, ia menganggap perlu adanya kolaborasi antarpemerintah daerah mengenai pembagian anggaran untuk jebatan tersebut.

Jika kolaborasi itu terjadi, kata dia, akan menjadi contoh berbagi anggaran untuk pembangunan nasional.

“Ini menguntungkan. Namun memang ada kendalanya, perlu kolaborasi antardaerah dalam hal pembangunan, terutama masalah sharing anggaran. Nah, kalau ini sampai terjadi, model sharing anggaran dalam pembangunan seperti ini bisa jadi percontohan nasional,” papar Sugianto.

Menurut Sugianto, selama ini pembangunan di Indonesia masih dilakukan secara sendiri-sendiri dan bergantung pada pemerintah pusat. Karena itu, ia menilai perlu adanya terobosan dan inisiasi dari kedua daerah yang berkaitan secara langsung.

Proyek pembangunan Jembatan Sungai Jelai sendiri telah memakan waktu yang cukup lama. Pembangunannya telah dimulai sejak 2014. Padahal jembatan tersebut menjadi satu-satunya penghubung akses darat dari Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Barat. (dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here