Ketua dan Sekretaris PKPI Malut Tersangka Tindak Pidana Pemilu

0
585

KORIDORZINE.COM, TERNATE-Penyidik Polda Maluku Utara (Malut) akhirnya menetapkan ketua dan sekretaris DPP PKPI Provinsi Maluku Utara, Masrul H. Ibrahim dan Yahya Suamole sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Penetapan tersangka ketua dan sekretaris PKPI itu disampaikan pembina Gakkumdu Malut Muksin Amrin di Kantor Bawaslu, Kamis (29/3).

PKPI mendaftarkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) pada 8 Januari 2018, pada tanggal 10 Januari mendaftarkan lagi pasangan Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) di KPU.

Tim hukum pasangan Bur-Jadi kemudian menggugat KPU Maluku Utara ke Bawaslu. Dalam putusan Bawaslu menyebutkan, SK PKPI yang digunakan saat pendafataran Bur-Jadi pada tanggal 8 Januari 2018 lalu dianggap ada faktor kesengajaan ketua dan sekretaris PKPI menghadiri pendaftaran.

Menurut Muksin, pada pasan 186A ayat 1 UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota, Ketua dan Sekretaris partai politik tingkat Provinsi dan atau tingkat kabupaten kota yang mendaftarkan pasangan calon sebagaimana dimaksud pasal 42 ayat 4, ayat 5 dan ayat 6 yang tidak didasarkan pada surat keputusan pengurus partai politik tingkat pusat tentang persetujuan atas calon yang diusulkan oleh pengurus partai politik tingkat Provinsi dan atau tingkat kabupaten kota dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling 72 bulan dan denda paling sedikit Rp 36 juta atau paling banyak Rp 72 juta.

Sebagai bagian dari temuan Bawaslu kata Muksin, selama lima hari melakukan proses bersama-sama dengan Sentra Gakkumdu. Waktu lima hari itu dilakukan dengan memeriksa beberapa saksi. Saksi yang diperiksa lima orang anggota KPU Malut, saksi dari Bawaslu Muksin Amrin selaku Ketua Bawaslu.

“Setelah semua saksi diminta keterangan, kita dari Bawaslu dan Gakkumdu menyerahkan ke Penyidik Polda Malut, dan waktu yang dilakukan Penyidik untuk melakukan pendalaman selama 14 hari,” jelas Muksin.

Menurutnya, penyidik sudah meminta keterangan kepada Masrul dan Yahya yang sudah berstatus tersangka. Dari hasil kesepakatan penyidik, yang bersangkutan tidak ditahan alasannya yang bersangkutan kooparatif atau selalu hadir disetiap panggilan.

Dalam keterangan Masrul dan Yahya lanjut Muksin, mereka siap menerima konskuensi hukum sehingga kesimpulannya tidak ditahan. Tetapi kedua tersangka diwajibak melapor 1×24 kepada penyidik Polda sebelum penyerahan tahap dua ke Kejaksaan.

“Sementara ini masih ditangani penyidik Polda, sehari dua sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Setelah Kejaksaan menerima berkas kedua tersangka, selanjutnya akan diajukan ke tuntutan Pengadilan untuk proses sidang,” tandasny. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here