Panglima TNI ‘Terpeleset’, Sebut Irianto Gubernur Maluku Utara

0
58

KORIDORZINE.COM, NUNUKAN– Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sempat ‘terpeleset’ ketika menyebut pejabat yang hadir saat dia hendak memberikan pengarahan di Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung, Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Rabu (28/3/2018) sore.

“Yang saya hormati Bapak Gubernur Maluku Utara. Eh Bapak, anu, Gubernur Kaltara. Sedikit terpeleset,” ujarnya disambut senyum Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie.

Usai menyapa sejumlah pejabat dan tamu yang hadir, Panglima TNI berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah mendukung secara langsung maupun tidak langsung tugas tugas yang diberikan oleh negara kepada TNI dan Polri di perbatasan Republik Indonesia- Malaysia.

Dukungan itu membuat pelaksanaan tugas di daerah yang diembankan kepada TNI dan Polri semuanya berjalan dengan baik.

Dihadapan para prajurit TNI dan Polri serta masyarakat yang hadir, dia mengaku sangat berbahagia saat mendarat di Pulau Sebatik bisa melihat pembauran TNI dan Polri menjalankan tugas di perbatasan.

“Ini salah satu bentuk tekad kita, suatu kebersamaan, soliditas TNI dan Polri yang kita bangun dan kita harapkan sampai nanti, sampai akhir hayat di kandung badan.”

“Soliditas TNI dan Polri akan menjaga kesatuan NKRI, akan mampu menjaga kadaulatan sehingga saya merasa bangga bisa hadir di tempat ini,” katanya.

Dia menekankan, panjang perbatasan negara di Kalimantan Utara mencapai lebih 1.000 kilometer dengan 14.000 jalan tikus.

Dengan kondisi seperti ini, soliditas TNI dan Polri diperlukan untuk saling bahu membahu terutama menghalau penyelundupan seperti narkoba.

“Kita harus tegas untuk menghalau penyelundup tersebut. Saya menyadari dari sekian banyak jalan tikus itu, tentunya susah kita deteksi.”

“Namun dengan saling memberikan informasi satu sama lain, soliditas TNI dan Polri, tentu kita bisa menjaga perbatasan dengan baik, mampu menghalau dari keinginan- keinginan untuk masuk ke wilayah kita dengan cara menyelundup dan sebagainya,” ujarnya yang menyilahkan Polisi melakukan penegakan hukum di perbatasan tentu dengan penanganan bersama.

Disisi lainnya, pasukan penjaga perbatasan juga diminta melaksanakan tugas dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Bawa GPS sehingga prajurit tidak masuk ke wilayah negara lain. Saya yakinkan melakukan tugas pengendapan di situ, yakinkan posisi saudara berada di posisi kita,” ujarnya.

Dia menyinggung keberhasilan sejumlah personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung melakukan patroli di patok- patok perbatasan yang sudah 41 tahun tidak pernah terjangkau.

“Baru saat ini pos itu baru bisa ditinjau kembali oleh pasukan pengamanan perbatasan. Saya memberikan salut dan hormat kepada seluruh prajurit yang telah berasil melaksanakan tugas tersebut,” ujarnya. (tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here