Paskah, Ini Pesan Kuat Cak Imin Buat Para Pemimpin

0
264

KORIDORZINE.COM, JAKARTA-Begitu banyaknya pelajaran kemanusiaan yang bisa didapatkan dari hari-hari menjelang dan saat Paskah. Bagi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ada pesan kuat di hari raya tersebut.

“Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa memimpin adalah menghargai dan melayani, bahkan menderita,” ujar Cak Imin, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/3/2018).

Menurut Cak Imin, hari Paskah atau Jumat Agung dinilai bentuk keberagaman di Indonesia agar tetap terjalin kerukunan. Indonesia menjadi contoh harmoni perbedaan yang bisa dicontoh negara lain.

“Saya yakin kalian semua 100% Kristiani dan 100% Indonesia. Seperti juga saya, 100% Islam dan 100% Indonesia,” kata Cak Imin, sapaan akrabnya,

“Kita bangun Indonesia yang kuat dari keberagaman sebagai takdir kita, agar menjadi mosaik indah dan contoh bagi dunia semesta. Semoga damai kita selalu di bumi dan di akhirat,” imbuhnya.

Secara pribadi, Cak Imin ikut memberikan ucapan selamat Hari Paskah untuk umat Kristiani. Hari saat perjamuan Yesus tersebut jadi momentum perbaikan diri.

“Bagi saudara-saudaraku terkasih umat Kristiani, selamat menjalani perayaan Trihari Suci yang dimulai hari ini Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah. Semoga hari-hari penting ini menjadi momen introspeksi menuju pribadi yang melayani sesama manusia. Sekali lagi selamat untuk umat Kristen dan Katolik di seluruh penjuru Indonesia,” ucapnya.

Cak Imin bertutur, sosok Yesus sendiri sebenarnya teladan ideal untuk seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan yakni sosok yang sampai rela menderita untuk orang lain.

“Yesus menunjukkan dirinya sebagai sosok pemimpin lembut yang rendah hati. Ia membasuh kaki murid-muridnya dan mendoakan mereka. Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa memimpin adalah menghargai dan melayani, bahkan menderita,” ungkapnya.

“Perjamuan itu berlangsung sangat sederhana. Yesus membelah roti lalu membagi-bagikannya. Lalu mengucap syukur. Bahkan yang sedikit pun tetap dibagi dan itu disyukuri. Sering sekali, kita kerap lupa berbagi, lebih sering lagi lupa bersyukur, karena yang didapat selalu terasa kurang,” katanya lagi.

Lanjut dia, keteladanan ini pula yang bisa ditemukan pada sosok seperti Nabi Muhammad. Keduanya, sepatutnya jadi sumber inspirasi.

“Perjamuan terakhir saat Kamis Putih hingga Minggu Paskah mengingatkan kita bahwa nabi dan Rasul di bumi ini adalah mereka yang dipilih Allah dari kalangan orang kebanyakan yang miskin. Mereka menjadi sumber inspirasi bagi warga yang sama-sama miskin, untuk percaya kepada Tuhan, untuk hidup dengan baik,” pungkas Cak Imin. (dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here