Ditangani Koreografer Kelas Dunia, Festival Morotai Bakal Meriah

0
264
Ahli Koreografi Dr. Eko Suprayanto, S.Sn., M.F.A. Foto: Halil

KORIDPRZINE, MOROTAI – Masih terngiang di pikiran kita, opening ceremony Asian Games tahun lalu (2018). Sebuah atraksi kelas dunia yang sukses diselenggarakan Indonesia.

Koreografinya begitu apik, dan sangat berkelas. Eko Supriyanto, koregrafer kelas dunia, yang menyihir jutaan mata yang melihatkan. Semua menjadi terpana, tarian pembuka ajang bergengsi se-Asia itu sukses dan mengundang apresiasi banyak pibak.

Eko Supriyanto disebut-sebut akan menjadi aktor yang ‘menyulap’ Festival Morotai 2019 menjadi meriah dan berkelas. Publik pun tak sabar lagi. Tergambar kemeriahan dalam gelaran Festival Morotai yang akan diselenggarakan pada 2-8 Agustus 2019 di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Ternyata, seorang Eko Supriyanto bukan sosok kaleng-kaleng. Dia adalah penari latar dan koreografer kelas internasional. Karena pernah bekerjasama dengan salah satu penyanyi top dunia, sebutlah Madonna.

Selain itu, pria yang tergabung dalam ‘Karya Institut Seni Indonesia Surakarta’ ini, juga kerap terlibat dalam beberapa kegiatan di Tanah Air. Salah satunya Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang baru saja usai sukses di gelar

Bagaimana sentuhan pria yang akrab disapa Eko itu di Festival Morotai 2019 wajib ditunggu. Disela-sela memimpin latihan anak anak asuhnya, di eks lokasi sail morotai, awak media coba mengkonfirmasi soal konsep yang akan ditampilkan nanti.

Eko menjelaskan, penari yang kita libatkan benar-benar baru. Ini semua siswa-siswi sekolah asal Pulau Morotai, jadi kita memulai dari awal. Tapi semangatnya luar biasa. Kita akan tampil dalam persembahan tarian kolosal dan kolaborasi musik tradisional bambu tada.

Kolosal “Karya Musikal Tari Porimoi Morotai” adalah tema yang menceritakan tentang budaya dan sejarah. Dimana masyarakatnya dari berbagai suku dan budaya selalu menjalin Persatuan dan Kesatuan untuk mencapai suatu tujuan. Tarian ini akan menampilkan sosok pelaku pelaku sejarah di Morotai saat perang duani ke II hingga Indonesia merdeka, sehingga masyarakatnya tidak lupa dengan sejarah

Untuk persiapan menurut Eko, baru mencapai 60 persen, karena MoU dengan Pemkab juga belum lama di lakukan. Selain itu karena banyaknya peserta penari kolosal maupun musik bambu tada dan waktu yang singkat inilah menjadi masalah yang kompleks yang harus kita hadapi dan tuntaskan

“Setelah Pemkab Pulau Morotai bekerja sama dengan kami (Karya Institut Seni Indonesia Surakarta), latihan yang sudah kami jalani sampai saat ini kurang lebih satu bulan dan keakuratan hasilnya 60 persenlah,” terangnya

Eko telah menangani Festival Jailo dan kota Tidore.  Ia menyebut ada yang unik dengan Morotai yang tidak dimiliki daerah lain yakni musik tradisional bambu tada, inilah yang membuat daerah ini memiliki daya tarik tersendiri.

“Kami hadir di Morotai hanya melatih tarian tradisional yang di buat secara besar besaran. Tarian kolosal dan musik tradisional bambu tada, agar dapat mengangkat potensi daerah Pulau Morotai,” katanya kepada wartawan, Jum’at (26/7).

Lebih lanjut Eko mengatakan, dalam tarian kolosal dibuat kolaborasi beberapa tarian di dalamnya, sebutlah tarian Cakalele, Soya-soya, Sisi, Dana-dana dan Lalayon. “Tetapi, yang kami lebih fokus Musik tradisional bambu tada, karena selain tidak dimiliki daerah lain, unik, menarik dan punya potensi tersendiri untuk dilestarikan kembali oleh masyarakat dan pemerintah Pulau Morotai,” imbuhnya.

Ketua Tim Pelaksana Festival Morotai, Muhammad M. Kharie meyakini festival ini akan sukses karena ditangani oleh orang yang sudah berpengalaman dan berkelas di bidangnya.

Ia mengatakan, kondisi ini dapat kita lihat dari sosok yang terlibat di dalamnya. Ada sentuhan ahli koreografi, Eko Supriyanto, karena dia terbiasa dengan even even besar sehingga tidak ada yang meragukan kemampuannya. (LIL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here