Wapres JK Jamu Wakil Pemimpin Taliban untuk Bicarakan Perdamaian di Afghanistan

0
6
Wapres JK bersama Wakil Pemimpin Taliban ketika sholat di Masjid Sunda Kelapa Jakarta. Foto : Setwapres

KORIDORZINE, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu (27/7) malam kedatangan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar. Wapres JK, begitu beliau kerap disebut, menerima kunjungan Baradar di kediaman Wapres Jl. Diponegoro, Jakarta.

Baradar mengunjungi Indonesia untuk menghadiri Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim di Jakarta. Ia merupakan salah satu pendiri Taliban, dan ke Indonesia membawa delegasi beranggotakan delapan orang. Mereka berangkat dari Qatar pada Jumat 26 Juli dan tiba di Jakarta pada Sabtu 27 Juli.

Baradar beserta rombongan tiba di kediaman Wapres pada pukul.17.45 WIB langsung di sambut oleh Wapres JK. Ketika waktu sholat Maghrib tiba, Wapres JK mengajak Baradar sholat di Masjid Sunda Kelapa, tak jauh dari kediamannya.

Sesaat setelah Sholat Maghrib, Wapres JK menjamu Baradar makan malam sambil melanjutkan pembicaraan.

Delegasi Taliban juga akan membicarakan proses perdamaian dengan Afghanistan yang terus mendapat dukungan dari pemerintah dan para cendekiawan Islam dari Indonesia.

“Selama perjalanan ini pembicaraan akan diadakan pada hubungan politik yang baik antara kedua negara, perdamaian dan pentingnya kerja sama masa depan dengan Afghanistan”, kata juru bicara Taliban, Zabihulllah Mujahed seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (28/7).

Direktur Jenderal untuk Asia, Pasifik, dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Desra Percaya sebelumnya telah mengunjungi Kabul, Ibu Kota Afghanistan pada awal Juli. Dalam kunjungan itu, Percaya membahas kemitraan Indonesia dalam proses perdamaian, konferensi Ulama dan dialog perempuan di Jakarta.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari juga telah bertemu dengan Baradar di Doha, Ibu Kota Qatar, pada Mei lalu.

Pertemuan JK dengan Baradar yang didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menegaskan Indonesia selalu menjaga komunikasi dengan semua pihak yang terlibat proses perdamaian di Afghanistan termasuk dengan Pemerintah Afghanistan dan Taliban.

Komunikasi ini sangat penting artinya untuk menjaga kepercayaan semua pihak sehingga proses perdamaian dapat terus maju.

“Indonesia juga berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan pihak-pihak lain,” ujar Retno.

Di tengah upaya untuk mempercepat proses perdamaian yang baru lahir, perang yang berkecamuk terus merenggut banyak nyawa di Afghanistan.

Upaya pembicaraan damai lain juga tengah diupayakan Amerika Serikat dengan Taliban, namun menuai kritikan dari pemerintah Afghanistan yang merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses perdamaian. (UCU/Lip6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here