Solusi dari Wapres JK Agar Listrik Tak Mati Lagi

0
16
Wapres JK memberikan beberapa solusi untuk mengatasi blackout listrik. Foto : Istimewa

KORIDORZINE, JAKARTA – Pemadaman listrik di sebagian wilayah Pulau Jawa dan Bali pada Minggu, 4 Agustus 2019, mendapatkan perhatian serius semua pihak.

Setelah Presiden Joko Widodo melakukan ‘sidak’ ke kantor pusat PLN, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) juga menaruh perhatian serius pada insiden ini.

Wapres JK pada Selasa (6/8), meminta agar PLN menambah pembangkit listriknya. Menurut Wapres JK, penambahan pembangkit listrik ini dimaksudkan agar tidak ada lagi beban gardu listrik yang bermasalah.

Wapres JK khawatir jika pembangkit selalu kelebihan beban bukan hanya akan terulang kejadian blackout seperti kemarin melainkan bisa saja terjadi konsleting listrik.

“Kejadian ini seperti domino efek, kejadiannya kalau dari apa yang saya baca dari anda, dan apa yang dijelaskan PLN itu kecil saja. Tapi memutuskan transmisi sehingga transmisi utara dari timur ke barat terpotong,” kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (6/8).

Akibatnya, di Jawa Barat dan DKI bebannya melebihi kapasitas. Bebannya besar (kemudian) pembangkit jatuh, pindah beban ke pembangkit lain jatuh lagi, kenapa berturut-turut 7 (pembangkit) karena domino efek.

Wapres JK juga berharap agar PLN meneruskan pembangunan jaringan kabel listrik tegangan tinggi bawah laut Sumatera-Jawa. Hal ini juga merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta dan Jawa Barat.

Lebih lanjut Wapres JK yang juga pengusaha nasional ini menerangkan, kejadian blackout yang terjadi kemarin lantaran target pembangunan pembangkit listrik 35.000 mega watt di tahun ini belum selesai, sehingga beban listrik menumpuk di salah satu gardu utama dan menjadikan energi turun.

Wapres JK pun menandaskan, pentingnya membuat pembangkit listrik baru. Target pemerintah 35.000 mega watt bakal rampung secepatnya, sehingga kejadian semacam ini tidak terulang.

PLN hingga kini hanya memiliki cadangan listrik minim dibandingkan negara lain. Singapura kata dia cadangan listrik mencapai 100 persen dari jumlah yang tersedia.

Cadangan listrik di DKI Jakarta dan sekitarnya 20 persen dari ketersediaan. Padahal minimal dalam satu line daerah pembangkit, cadangan listrik harus mencpai 30 persen agar penanggulangan blackout bisa lebih cepat ditangani dan perekonomian berjalan lancar.

”Minimum 30 persen, DKI saya kira 1.000 daripada. Jakarta masih 20 persen lebih 22-24 .yang ada 24. Cadangan itu penting. Kalau ada yang rusak atau diservis maka akan ada kekurangan,” tandas Wapres JK.(UC/KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here