Sengketa Tapal Batas Dua Desa di Halbar Masih Belum Terselesaikan

0
8
Proses mediasi untuk menyelesaikan batas wilayah. Foto: Anwar

KORIDORZINE, JAILOLO -Terkait dengan perselisihan tapal batas di Desa Hoku-hoku Kie dan Desa Acango belum berakhir. Permasalah tersebut hingga masyarakat Desa Hoku-hoku melakukan aksi spontan di depan Kantor Bupati Halmahera Barat (Halbar), pada Rabu, (7/8/2019).

Alber Panawa selaku Kordinator aksi mengakui bahwa, tujuan aksi ini untuk meminta kepada Bupati Danny Missy agar segerah membuat Peta Batas Wilayah antara Desa Hoku-hoku Kie dengan Desa Acango Kecamatan Jailolo Kabupaten Halbar. Permasalahan ini sudah terjadi beberapa tahun kemarin dan sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan penyelesaiannya.

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Hoku-hoku direspon oleh Pemda Halbar dan mengajak Massa aksi untuk melakukan hearing/mediasi bertempat di Ruangan Rapat Asisten II Setda Halbar, yang dihadiri oleh Kabag Pemerintahan, Ramli Naser dan Camat Jailolo, Hairudin Saepudin.

Dalam hearing tersebut Selaku Korlap aksi Alber Panawa sekaligus Ketua tim tapal batas Desa Hoku-hoku Kie menyatakan, kedatangan kesini disebabkan beberapa hari kemarin Pemerintah Desa Acango telah memasang Bendera Pelangi di wilayah Geografi Hoku-hoku Kie yang merupakan wilayah sengketa tapal batas itu.

“Olehnya itu, Sampai ini belum ada kepastian penyelesaiannya. Kami menuntut Janji Pemerintah Halbar tentang penyelesaian tapal batas antara Desa Hoku-hoku Kie dengan Desa Acango yang sudah terjadi beberapa tahun lalu dan sampai saat ini belum ada tindakan konkrit dari Pemerintah Daerah dalam penyelesaian permasalahannya,” ucap Alber.

Lanjut dia, apabila dalam waktu dekat pemda galbar tidak melakukan penyelesaian permasalahan ini maka akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. “Dan kami meminta kepada DPRD halbar selaku wakil rakyat supaya bisa menyelesaikan permasalahan tapal batas tersebut,” tutup Alber.

Disisi lain, Kabag pemerintahan, Ramli Naser mengatakan, sebelumnya pemda Halbar telah melaksanakan Rapat Internal dalam pembasan tapal batas antar wilayah Kecamatan, Desa dan saat ini menjadi Program Utama Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan setiap perkara konflik terkait Tapal Batas wilayah.

“Dan hal ini dilakukan  bertujuan untuk kepentingan hajat hidup orang banyak agar kedepannya tidak ada lagi Perselisihan antar warga. Saat ini sedang menindak lanjuti persoalan pemekaran kecamatan jailolo, kita akan menindaklanjuti permasalahan tapal batas wilayah desa. Saya berharap agar Masyarakat dapat bersabar terkait hal tersebut sebab Pemerintah sedang dalam proses pembuatan SK bagi Tim Penyelesaian Tapal Batas,” ujar Ramli.(Anu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here