Belum Bayar Lahan, Warga Barataku Loloda Ancam Tak Izinkan Kantor PLN Beroperasi

0
20
Yosafat Kotalaha. Foto : Anwar

KORIDORZINE, JAILOLO – Adanya pembangunan kantor PT PLN (Persero) di Desa Barataku, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara membuat warga di sana kurang nyaman dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat.

Yosafat Kotalaha, salah satu warga Desa Barataku menyampaikan bahwa warga belum menerima pembayaran lahan yang diperuntukkan sebagai kantor PLN. “Pembangunan fisik Kantor PLN itu di Barataku sudah selesai dibangun. Akan tetapi, hingga sampai saat ini sepeser pun belum dibayar kepada pemilik lahan. Padahal, kelapa, pala yang sudah digusur,” ungkap Yosafat.

Yosafat menilai, pemerintah belum juga menepati janjinya ke warga. Sebab, pihaknya sudah sampaikan hal tersebut di kantor bupati pada bulan Maret lalu. Waktu itu mereka dijanjikan akan dibayar setelah bulan puasa dan Idul Fitri. Hingga bulan Agustus ini, belum juga mereka menerima ganti atas penggunaan lahan itu.

“Pemerintah Halbar melalui bagian Tata Pemerintahan sangat aneh karena, proses itu menggunakan pihak ke 3. Jika perhitungan tidak lagi menggunakan NJOP maka harga tanahnya sedikit mahal. Tetapi, mereka menggunakan perhitungan NJOP maka sedikit murah maka pemilik lahan sangat dirugikan,” kata Yosafat.

Ia mengungkapkan dengan janji itu pihak pemilik lahan merasa senang, tetapi ucapan tersebut hanya isapan jempol saja. Sebab, sampai Kamis (8/8) belum juga pembayaran lahan tersebut direalisasikan.

“Dan jika pemerintah tidak merealisasikan maka, warga akan melarang menggunakan bangunan tersebut karena, kebun kelapa, pala dan lainya ketika ditebang tidak ada kordinasi sama sekali dengan kami yang punya pemilik lahan ini,” tutup Yosafat .(ANU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here