Morotai Masuk 20 Besar Kategori Kabupaten Sangat Inovatif

0
14
Asisten I, Ketua Inovasi Daerah Kabupaten Pulau Morotai, H Muchlis Baay MSi. Foto : Halil

KORIDORZINE, MOROTAI– Pemerintahan Benny-Asrun kembali mengharumkan nama Kabupaten Pulau Morotai. Dimana Pemkab Morotai kembali mencatatkan nama di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI sebagai daerah Sangat Inovarif dari 415 kabupaten di Indonesia dan Morotai berada di urutan 20. Pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras Bupati Benny Laos dan Wakil Bupati, Asrun, Padoma, dalam melaksanakan sejumlah program inovasi daerah.

Hal tersebut disampaikan ketua inovasi daerah kabupaten pulau Morotai, H Muchlis Baay, saat di konfirmasi, Jumat 16 Agustus sore tadi di depan gedung bangsaha. Ia menjelaskan berdasarkan hasil penilaian dari Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri, kabupaten pulau Morotai masuk urutan 20 besar, dengan scor 3120 sebagai daerah yang sangat Inovarif. Mengalahkan seluruh daerah kabupaten-kota di Maluku Utara. Bahkan provinsi Maluku Utara hanya masuk dalam kategori provinsi kurang inovatif

Fakta tersebut kata Muchlis, merupakan atas kerja keras pemerintahan Benny-Asrun. Sehingga Pemkab Morotai, bisa bersaing dengan daerah lain yang ada di Jawa bahkan indonesia berdasarkan pengukuran indeks inovasi daerah tahun 2018 dalam program inovatif dan morotai masuk dalam kategori kabupaten yang sangat inovatif.

Muchlis, Menyebutkan ada tiga hal dinilai oleh litbang Kemendagri yang menyangkut dengan inovasi ini. pertama tata kelola pemerintahan, kedua inovasi pelayanan publik dan yang ketiga inovasi lainnya.

“Ada beberapa inovasi kita untuk tata kelola pemerintahan, salah satunya itu pelayanan berbasis QR Code. Sehingga masyarakat desa tidak perlu lagi ke ibu kota kabupaten. smua cukup terlayani secara terintegrasi dari desa ke OPD terkait. sehingga terjadi efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dicapai saat ini karena sebelumnya kita masing-masing daerah siapkan data dan memasukkan data inovasi yang tercantum dalam sistematika inovasinya, dari outputnya yang punya sumber dananya, kemudian program kegiatannya dan didukung dengan data dokumentasi baik foto maupun video.

Dari hasil ini, jelas Muchlis, sangat berdampak pada salah satu penilaian yang menyangkut dengan penghargaan. dari pada itu, ada 9 kriteria, mulai dari program inovasi pendidikan, kesehatan dan lainnya, kemudian lakip.

“Jadi pencapaian dari program inovasi daerah ini sangat berdampak pada peningkatan penerimaan dana insentif daerah (DID).” Imbuhnya. (LIL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here