PKK Kecamatan Sulbar Juarai Festival Pangan Lokal B2SA

0
20
Ketua Tim Penggerak PKK Kepsul,Nyi Fince Hongarta Serahkan Piala Bergilir Kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan Sulabesi Barat Yang Telah Meraih Juara 1 Pada Lomba Festival Pangan Lokal B2SA. Foto: Ekhy Drakel

KORIDORZINE, SANANA-Festival Pangan Lokal Beragam,Bergizi,Seimbang dan Aman (B2SA) yang di selenggaran oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) di Restoran Cakalele di Desa Mangon Kecamatan Sanana, Senin (19/08), dibuka oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Sekertaris Daerah Umar Umabaihi, Ketua Penggerak PKK Kepsul, Nyi Fince Hongarta selaku istri Bupati dan seluruh Pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Kepsul, serta di ikuti 11 tim penggerak PKK dari 11 Kecamatan, yakni PKK Kecamatan Sanana,PKK Kecamatan Sanana Utara,PKK Kecamatan Mangoli Timur,PKK Kecamatan Mangoli Selatan,PKK Kecamatan Mangoli Barat,  PKK Kecamatan Mangoli Tengah,
PKK Kecamatan Mangoli Utara Timur,
PKK Kecamatan Sulabesi Timur,
PKK Kecamatan Sulabesi Tengah,
PKK Kecamatan Sulabesi Barat,
PKK Kecamatan Sulabesi Selatan.

Bupati Hendrata Thes, dalam sambutannya, mengatakan bahwa,semoga dengan melalui kegiatan kegiatan Festival B2SA ini, kita selalu di beri inovasi dan di berikan hal-hal yang bersifat kreatifitas untuk bisa membawa kemajuan bagi Kabupaten Kepulauan Sula.

Pangan adalah kebutuhan dasar bagi manusia yang di penuhi oleh Pemerinta dan masyarakat.Ketersediaan pangan yang cukup belum tentu dapat menjamin terhindar nya masyarakat dari masalah pangan dan gisi, karena selain ketersedian pangan, juga perlu memperhatikan pola konsumsi rumah tangga atau keseimbangan kontribusi jenis pangan yang di konsumsi sehingga memenuhi standar gisi yang jau lebih baik.

Berdasarkan undang-undang nomor 18 tahun 2012,pangan merupakan hal yang sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan hidup manusia.Oleh sebab itu pangan di tetapkan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang penyelenggara nya wajib di jamin oleh negara. Membangun ketahanan pangan adalah salah satu dari prioritas pembangunan nasional.

Pangan dan gisi merupakan komponen yang sangat penting dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia,karena tumbuh kembang setiap orang sangat tergantung pada asupan pangan yang di makan.Bahkan dalam masa pertumbuhan anak,hal yang paling penting untuk di perhatikan adalah menyediakan segala asupan gisi untuk tumbuh dan berkembang nya anak serta mencegah penyakit ketika dewasa nanti,” papar Hendrata dalam sambutannya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kepsul, Ny. Fince Hongarta, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini sumber pangan pokok kita masih bergantung pada beras dan terigu,sehingga pada kondisi tertentu negara kita masi mengimpor produk tersebut dari negara lain. Oleh karena itu, untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu maka perlu di lakukan upaya pengembangan sumberdaya pangan lokal kita,seperti sagu, jangung, ubi kayu, ubi jalar, pisang, talas, sukun dan lain-lain yang keberadaan nya ada di sekitar kita dengan jumlah yang melimpah.

Selama ini, keberadaan komoditas pangan lokal masih dipandang sebelah mata sehingga kurang ada perhatian dan kurang diberdayakan.Kita masih menganggap kalau produk tersebut adalah merupakan pangan inferior. Padahal kandungan gizi dari komoditas tidak jau berbeda dengan pangan yang berasal dari padi-padian.

Setiap keluarga harus memahami arti konsumsi pangan yang Beragam,Bergizi,Seimbang dan Aman (B2SA).Kondisi yang ada saat ini kita tahu bahwa tidak ada satupun bahan pangan yang mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap,sehinggap untuk dapat hidup sehat,aktif,cerdas dan produktif maka setiap orang harus mengkonsumsi aneka ragam pangan secara seimbang,baik berasal dari pangan sumber karbohidrat,protein,nabati maupun hewani serta vitamin dan mineral. Upaya peningkatan atas usupan pangan dan nilai gizi yang seimbang akan berpengaru pada pertumbuhan hidup manusia.

Kegiatan lomba ini di adakan untuk mengangkat kembali citra makanan khas daerah yang selama ini kala saing dengan makanan moderen (Fast Food),Oleh karena itu perlu di kembangkan menu B2SA yang berbasis pada kearifan lokal dimana menu yang di ciptakan dengan modifikasi dan menggunakan makanan resep daerah sehingga tercipta menu yang baru,unik dan menarik dan tidak kala dengan makanan instan atau makanan siap saji yang saat ini marak peredaran nya dan menjadi salah satu gaya hidup masyarakat.

Dalam lomba kegiatan Festival B2SA ini, tentun nya tidak semua peserta tim PKK dapat juara,namun saya berharap kita semua tetap semangat,tetap tekun berlatih dan terus menciptakan inovasi untuk membuat menu baru yang lebih kreatif dengan tetap mengedepankan kandungan nilai gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga ada peningkatan yang lebih baik dan tahun depan dapat mengikuti lomba ini kemali.

“Saya berharap kepada tim juri agar dalam penilaian dapat mengedepankan independensi dan profesionalisme sesuai dengan krateria penilaian yang telah di tentukan sehingga dapat menghasilkan juara yang mampu mewakili Kabupaten Sula pada lomba tingkat Provinsi Maluku Utara,”Harapnya.

Usai memberikan sambutan,Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK langsung melakukan penilaian kepada berbagai menu makanan lokal yang telah di hindangkan oleh 11 tim penggerak PKK dari 11 Kecamatan.Pangan lokal yang di kemas menjadi berbagai macam menu makanan itu, di cicipi satu per satu oleh Bupati Hendrata Thes dan Ketua Tim Penggerak PKK Nyi Fince Hongarta.Setelah melakukan penilaian langsung di umumkan pemenang juara satu, dua,tiga dan juara harapan I,juara harapan II dan Juara harapan III.

Pada kesempatan itu, Dewan juri memutuskan bahwa, Pemenang pertama adalah Tim Penggerak PKK Kecamatan Sulabesi Barat dengan skor nilai 990. Pemenang kedua Tim Penggerak PKK Kecamatan Mangoli Tengah dengan skor nilai 850 dan pemenang ketiga Tim Penggerak PKK Kecamatan Sanana dengan skor nilai 815. Sementara pemenang harapan satu Tim Penggerak PKK Kecamatan Mangoli Selatan dengan skor nilai 744,Pemenang harapan kedua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sulabesi Timur dengan skor nilai 730 dan pemenang harapan ketiga Tim Penggerak PKK Kecamatan Mangoli Barat dengat skor nilai 700.

Pemenang juara satu mendapat piala bergilir serta uang tunai Rp.3.000.000,Pemenang juara dua mendapat satu buah piala serta uang tunai Rp.2.500.000,Pemenang juara tiga mendapat satua buah piala serta uang tunai Rp.2.000.000.Sementara pemenang juara harapan satu mendapat satu buah piala serta uang tunai Rp.1.500.000,Pemenang juara harapan dua mendapat satu buah piala serta uang tunai Rp.1.000.000 dan pemenang juara harapan tiga mendapat satu buah piala serta uang tunai Rp.500.000. (edl).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here