Wapres JK Singgung Pengusaha Yang Suka Janji Beri Bantuan

0
10
Wapres JK menyinggung pengusaha yang gemar tebar janji dan dapat penghargaan namun tidak ada realisasinya. Foto: tribun

KORIDORZINE, JAKARTA – Ada pernyataan menarik dari Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyapa wartawan istana, Selasa (27/8). Politisi yang juga pengusaha gaek ini menyinggung soal adanya pengusaha yang gemar tebar janji untuk memberikan bantuan namun realisasinya nol.

Daeng Ucu, begitu beliau kerap disapa, mengungkapkan, ada pengusaha yang menebar janji untuk memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana alam di Palu dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun lalu. Pengusaha itu, lanjut JK, banyak diberikan penghargaan.

Kepada Palang Merah Indonesia (PMI) si pengusaha ini, kata JK, juga pernah berjanji akan memberikan bantuan. “Dia juga berjanji pada PMI untuk kasih sumbangan. Tapi tak ada realisasinya. Hingga kini sesen pun tak ada,” ungkap Wapres JK dengan gaya khasnya.

JK menyebut, para pemberi penghargaan, seyogianya meneliti rekam jejak figur penerimanya. Jangan hanya lantaran terlihat banyak menebar janji akan membantu, sehingga dia bak seorang filantropi.

“Ada juga tokoh pengusaha yang sudah dapat bintang ke mana-mana karena isi hebat menggema (akan membantu daerah bencana), sudah janji kiri kanan (tapi) tidak ada realisasinya,” ungkap Wapres JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Pengusaha itu sudah berjanji akan memberikan 1.500 rumah di Palu, tapi hanya terealisasi 100. Sedangkan di NTB, lanjut Wapres JK, lebih parah lagi tidak ada pencapaian sama sekali.

Pemerintah daerah sudah melayangkan surat untuk menanyakan janji si pengusaha itu. Namun, masih menurut Wapres JK, hal tersebut tidak ada balasan sama sekali.

Oleh karena itu, Wapres JK menghimbau agar jangan mudah percaya dengan janji para pengusaha. JK pun kembali mengingatkan para pemberi penghargaan, janganlag mereka langsung memberikan begitu saja.

Daeng Ucu kembali mengingatkan, jangan juga percaya orang yang merasa sudah banyak memberikan bantuan.

Kemudian, apabila ada penerima penghargaan yang ternyata realitanya lain, mestinya pemberi penghargaan mengevaluasi kembali. Bisa saja, setelah dievaluasi, penghargaan itu ditarik kembali. (UC/KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here