Tingkatkan Literasi Masyarakat, Dinas Pendidikan Morotai Selenggarakan Bedah Buku

0
28
Kegiatan Bedah Buku untuk tingkatkan literasi masyarakat. Foto : Halil

KORIDORZINE, MOROTAI – Badan Pengembangan Bahasa dan Pembukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPBPKPK) RI pada Rabu (28/8) menggelar Bedah Buku, di Hotel Perdana, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Bedah buku bertema “Hasil Sastrawan Berkarya di Morotai” tersebut dibuka oleh Sekertaris Dinas Pendidikan & Kebudayaan Morotai, Mauludin Wahab, S.Pd. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai senantiasa meningkatkan literasi masyarakat, salah satunya melalui bedah buku.

Mauludin memaparkan, semakin sering diadakan bedah buku, diharapkan semangat literasi masyarakat juga mengalami peningkatan. Kegiatan bedah buku ini juga salah satu bentuk Pemerintah Kabupaten Morotai dalam menjalankan program peningkatan kegemaran membaca dari pemerintah pusat.

“Apresiasi atas usaha yang dilakukan oleh penulis, sebagai anak bangsa yang telah menghadirkan sebuah karya yang berjudul “MOROTAI”, maka selaku instansi dinas pemerintahan sangat bersyukur dan berharap semoga teman-teman bisa mencari referensi untuk menciptakan buku yg di dalamnya menggambarkan wilayah-wilayah pulau Morotai,” papar Mauludin.

Sementara itu, Dra. Maartha Lena Adriana, sebagai Ketua Tim BPBPKPK mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morotai serta undangan lain yang turut berpartisipasi mendukung acara kegiatan bedah buku Morotai.

“Kantor kami merupakan salah satu unit utama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tandasnya.

Ia memperkenalkan,  unit di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu ada 8 unit utama, yakni Sekertaris Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal, Pendidikan Menengah, Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Inspektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Badan penelitian dan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.

“Di Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan inilah kami berada yang melaksanakan kegiatan,” ucap Martha.

Martha mengungkapkan, pihaknya memiliki program pengiriman sastrawan ke berbagai daerah. Sastrawan itu tinggal di sana dua hari. Mereka diminta untuk menuliskan buku yang mengangkat masaalah kekayaan daerah setempat, seperti kebudayaan, pariwisata dengan gaya tulisan jurnalis sastrawi kemudian hasilnya diterbitkan.

Dari pengalaman di daerah itulah mereka mendapatkan masukan dari pemerintah daerah setempat. Setelah bukunya terbit, kemudian dibedah bersama dengan pemerintah daerah setempat.

Oleh karena itu, mereka membagikan yang telah diterbitkan itu ke Kabupaten Morotai. Kemudian buku itu dibedah bersama pihak terkait di Kabupaten Pulau Morotai.

“Kami disini juga menghadirkan dua pembedah buku yaitu, Gunawan Wibisono, penulis dari Jakarta. Ia akan mengulas panjang lebar buku Morotai itu. Kemudian Irfan juga ada disini, beliau sebagai dosen di Universitas Pasifik Morotai,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan bedah buku itu Sekertaris Dinas Pendidikan & Kebudayaan Morotai, Mauludin Wahab, SPd., Wakil Rektor Universitas Pasifik Morotai, Irfan Hi Abdurrahman sebagai pembedah lokal.

Kemudian, dari Badan Pengembangan Bahasa dan Pembukuan yang hadir antara lain Dra. Maartha Lena Adriana, Novi Sylvia, S Pd., Dwi Estina, S.S. dan Nurochma Ika M., A.Md.

Sementara dari Kantor Bahasa Maluku Utara, yang hadir adalah Nurhayati Fokaaya, S.S dan Mujahid Taha, S.S. Kemudian, dari sastrawan ada Fanny Jonathan Poyk ( Penulis ) dan Gunawan Wibisono (Pembedah).

Selain itu, peserta yang hadir dalam bedah buku itu adalah guru SD, SMP, SMA sekecamatan Morotai Selatan dan para mahasiswa Universitas Pasifil Morotai.(LIL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here