Sultan Tidore Kirim Pesan Perdamaian untuk Saudara di Papua

0
40
Sultan Tidore Husain Sjah. Foto : Istimewa

KORIDORZINE, TIDORE – Gejolak di bumi Papua menjadi kesedihan bangsa ini. Bumi Pertiwi sedih, pilu, menangis menyaksikan anak bangsa dikuasai amarah.

Entah karena luka yang mereka rasakan telah begitu dalam, atau lantaran keinginan elit, saudara kita di Papua begitu murka. Mereka membakar, meluapkan kekecewaan dan kekesalannya.

Bangunan publik yang dibangun dengan uang rakyat kini teronggok, berserakan, hangus seiring dengan perginya amarah. Bangkai mobil, motor dan aset lain yang diperoleh tak gratis kini tinggal saksi bisu luapan kekecewaan saudara kita di Papua.

Ada nyawa yang hilang dalam peristiwa itu. Ada anak yang menangis, istri yang kalut lantaran tumpuan hidupnya telah pergi mendahului mereka. Nyawa yang seharusnya tak perlu dipertaruhkan saat itu. Apalagi semua kita bersaudara.

Kini, paska Papua Barat dan Jayapura Papua menjadi ajang luapan amarah warga bumi Papua, saudara sebangsa yang sebelumnya mencoba peruntungan untuk mengais rezeki di tanah Papua menjadi takut. Mereka takut, saudaranya, pemilik tanah Papua akan meluapkan amarahnya ke mereka. Meskipun berat mereka mulai beruduyun balik ke tanah moyangnya.

Melihat kesedihan itu, Sultan Tidore Husain Sjah terketuk kalbunya. Bergetar sanubarinya menyaksikan amarah dan kesedihan di Bumi Papua.

Sang Sultan pun mengetuk hati saudara kita pemilik tanah Papua. Lewat surat terbukanya Sultan mengirim pesan damai dan obat rindu untuk saudara kita di Bumi Papua.

Sultan Husain berupaya menggugah ingatan kita betapa dahulu, pendahulu, kakek nenek buyut rakyat Tidore bersaudara dengan damai dengan rakyat Papua. Tak hanya bergandengan tangan. Lebih dari itu nenek moyang rakyat Tidore, Ternate, Bacan, Jailolo, Maluku Kie Raha dan Maluku begitu mesra mengesampingkan perbedaan suku, agama, maupun ras. Semua saudara di Bumi Pertiwi. Persaudaraan sejati yang terjalin berabad-abad lamanya.

Pesan yang begitu mendinginkan suasana disampaikan Sultan Husain Sjah. Salam damai dari Bumi Tidore. Torang Samua Basudara.

Surat lengkap Sultan Tidore, Husain Sjah, dapat dilihat di bawah ini.

Kepada Yth.

saudara saudara saya di tanah Papua dan Papua Barat.

Bersama ini dari Tanah Kesultanan Tidore, saya menyampaikan salam persaudaraan yang tulus dari lubuk hati yang terdalam, dengan harapan basudara semua selalu dalam Lindungan Kasih Sayang Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Melalui Surat Singkat ini saya hendak menyampaikan bahwa ikatan persaudaraan antara Papua dg Kami, Tidore, Ternate Bacan dan Jailolo serta Maluku Kie Raha dan Maluku adalah Persaudaraan SEJATI yang terbangun berabad abad lamanya tanpa memandang perbedaan ras dan agama.

Dalam perkataan lain, solidaritas dan toleransi begitu sangat terjaga dengan indah dan tertata baik. Dan oleh karena itu saya menaruh harapan yg sangat besar agar jalinan persaudaraan ini jangan sampai terkoyak.

Atas nama kemanusiaan Berikanlah jaminan rasa aman dan tepiskanlah semua rasa takut yg ada di hati saudara-saudaramu dari manapun mereka berasal yang saat ini yg tidak menentu nasibnya ditempat mereka berlidung di tanah kalian.
Jagalah saudara saudaramu dari segala marahbaya sebagaimana kami menjaga harkat dan martabat saudaramu ditanah kami Maluku dan Maluku Utara.

Kami tak ingin ada yang patah dan terluka dalam bingkai Persaudaraan ini.
Kami ingin Mata kami dan Mata kalian serta Mata siapapun untuk menjadikan DAMAI ITU INDAH

Dari Saudaramu

HUSAIN SJAH
SULTAN TIDORE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here