Terkait Dugaan Korupsi RSUD Morotai, Tiga Tersangka Ditahan Kejati Malut

0
28
Dugaan korupsi dalam pembangunan ruang perawatan di RSUD Kabupaten Pulau Morotai. Foto : Istimewa

KORIDORZINE, MOROTAI – Kasus dugaan korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai mulai memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi Maluku Utara akhirnya menahan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap di rumah sakit milik pemerintah kabupaten itu untuk tahun anggaran 2016-2017.

Tindakan penahanan terhadap ketiga tersangka yakni Charles Benawan (Direktur Perusahaan), Hengky Pelafu (Pelaksana), dan Guntur Borneo (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK), ini dilakukan setelah Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menerima berkas dari Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Maluku Utara.

Hal tersebut diutarakan Kepala Sekti Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Apris Risman Ligua. Penahanan ini dilakukan pada Kamis (29/08) malam, setelah mereka selesai menjalani pemeriksaan selama 5 jam (sekitar pukul 14:00 hingga 19:04 WIT). Mereka ditahan di Lapas Kelas IIA Kota Ternate.

Kasus dugaan korupsi di tubuh RSUD Kabupaten Morotai ini sendiri diduga merugikan negara sebesar Rp.500 juta lebih. Pembangunan RSUD itu dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama, pagu anggaran pembangunannya sebesar Rp.700 juta. Lalu, untuk tahap keduanya pagu anggarannya sebesar Rp500 juta, sehingga total pembangunannya sebesar Rp1,2 miliar.

Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan ruang perawatan RSUD Kabupaten Pulau Morotai itu dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here