Kasat Lantas Morotai: Terjaring Operasi Patuh Kieraha 2019 Belum Tentu Ditilang

0
10
AKP Daniel Maribunga,S.Pd Kasat Lantas Polres Pulau Morotai. Foto : Halil

KORIDORZINE, MOROTAI– Kepala Satuan Lalu-lintas (Kasat Lantas) Polisi Resort (Polres) Kabupaten Pulau Morotai, AKP. Daniel Maribunga,S.Pd, kepada media ini, Senin (9/9) menyampaikan soal kegiatan operasi patuh 2019 yang di gelar di seluruh indonesia dan hususnya di Pulau Morotai saat ini. Menurutnya, kegiatan ini ditujukan untuk membangun kesadaran dan ketertiban dalam berlalu-lintas.

Ia juga mengatakan, pengguna jalan diharapkan dapat melengkapi seluruh perlengkapan kendaraan demi kenyamanan dan keselamatan bersama dalam berkendaraan.

Lebih lanjut Dani menambahkan, pada saat operasi awal digelar setiap pengendara tidak langsung ditilang, tetapi disosialisasikan dulu soal aturan berlalu-lintas dan kelengkapan kendaraan.

“Sejak Operasi Patuh Kie Raha 2019 digelar di Morotai, Polantas tidak langsung melakukan tilang. Tetapi, para pengendara yang melanggar kami tahan kemudian Polantas menyampaikan dan meminta agar menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, bentor dan kendaraan roda tiga. Kemudian, mobil menggunakan sabuk pengaman, tidak boleh menerima atau menelepon saat berkendaraan, serta lengkapi seluruh surat-surat kendaraannya,” terangnya.

Kegiatan sosialisasi itu, lanjutnya, dilakukan selama 4 hari, kemudian masuk hari ke-5 baru dilakukan penilangan.

Tak hanya itu, masih menurut Dani, dilakukan juga sosialisasi ke desa-desa, yang dinamakan silaturahmi Kamtibmas dan kamseltibcarlantas. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih memahami kehadiran polisi dalam penertiban, bukan untuk menakuti.

“Langkah itu kami lakukan karena ingin merubah karakter masyarakat dalam berlalulintas agar bisa tertib, demi keselamatan mereka dalam berkendara,” Tuturnya

Kasat Lantas Dani menegaskan, pelanggaran lalu-lintas bukan suatu kejahatan, tetapi pelanggaran tertentu di jalan, jadi tidak perlu takut saat diberhentikan sama petugas atau Polantas.

“Bagi pengemudi yang melanggar sanksinya bayar denda ke bank saja sesuai pelanggarannya, lalu membawa bukti pembayaran dan kendaraannya dapat diambil kembali,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, akan lebih mempermudah masyarakat. Ia juga mengungkapkan, apabila masyarakat yang terjaring operasi patuh, dan surat kendaraannya lengkap maka tidak akan ditahan, serta Polantas tidak akan mencari-cari kesalahan pengendara.

“Untuk itu, masyarakat atau pengendara tidak perlu takut. Semoga masyarakat pahami dan bisa menjadi pelopor tertib berlalu-lintas di Kota Morotai,” harap Dani. (LIL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here