Morotai Manfaatkan CIFIT 2019 untuk Gaet Investor

0
14
Tim Pemkab Morotai dalam CIFIT 2019.

KORIDORZINE, XIAMEN (CHINA) – Untuk pertama kalinya pemerintah Kabupaten Pulau Morotai hadir pada event CIFIT 2019, di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Minggu, 8 September 2019. Kehadiran Kabupaten Pulau Morotai yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Asrun Padoma, mewakili Bupati Morotai, Benny Laos, bersama Staf Khusus Kerja Sama Internasional, Semuel Samson, Asisten-3 Bidang Ekonomi, Ida Arsyad, Kepala Dinas Perikanan, Suryani Antarani, dan Kepala Kantor Penghubung, Monalisa Hairuddin, memenuhi undangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou dan mitra bisnis Shenzhen Fountain Corporation.

China International Fair for Investment & Trade (CIFIT) adalah event promosi investasi internasional terbesar di dunia yang diadakan setiap tahun pada bulan September, tepatnya setiap tanggal 8 September, di Xiamen, provinsi Fujian, RRT. Tujuan utama diadakannya CIFIT adalah untuk memfasilitasi investasi bilateral antara Cina dengan negara-negara sahabat. CIFIT kali ini berlangsung dari tanggal 8-9 September 2019, di Xiamen International Conference & Exhibition Center, meliputi: Pembukaan, press conference, International Investment Forum, seminar, pameran dagang dan pertemuan antara para pelaku bisnis.

Wakil Bupati Pulau Morotai Asrun Padoma di CIFIT 2019 di China.

CIFIT bermula dari Fujian Fair for International Investment & Trade (FFIIT), pertama kali diadakan pada tahun 1987. Kini, CIFIT telah menjadi salah satu agenda pameran internasional paling penting dan terbesar mengenai investasi dan perdagangan, dihadiri oleh berbagai negara dari seluruh dunia.

Kehadiran morotai dilatarbelakangi oleh fakta atas potensi Morotai di sektor perikanan, pariwisata, maupun posisi strategisnya sebagai lalu lintas barang, jasa dan manusia, yang menempatkan Morotai pada beberapa kebijakan nasional, seperti Wilayah Terluar dan Perbatasan Negara (GERBANGDUTAS), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau “10 Bali baru”, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jababeka, serta Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), yang memungkinkan dan atau mengharuskan Morotai berorientasi eskpor serta memiliki jaringan kerja sama internasional, baik kerja sama pembangunan, investasi maupun perdagangan. CIFIT merupakan peluang dimana Pemda Morotai dapat bertemu dengan paran pembisnis dari Tiongkok maupun mancanegara untuk mempromosikan Morotai secara luas, khususnya di bidang investasi dan perdagangan.

Paparan di CIFIT 2019 tentang Posisi Strategis Morotai dalam Kebijakan Nasional Indoesia.

Partisipasi Indonesia secara terukur pada CIFIT 2019 ditandai dengan penyelengaraan Forum Bisnis China – Indonesia, hasil kerja sama Konjen RI Guangzhou dengan pemerintah provinsi Fujian. Avent yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara, baik BUMN, pemerintah pusat, pemerintah daerah / BUMD, maupun pelaku usaha swasta, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Fujian, Guo Ningning, dengan pembicara utama Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. Issue tentang Morotai terus muncul dalam beberapa paparan pembicara dari Kementerian Perindustrian dan BKPM, secara khusus tentang Morotai sebagai “10 Bali Baru”, dan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Pada kesempatan yang baik ini, Wakil Bupati Kab. P. Morotai menyampaikan undangan kepada Wakil Gubernur Fujian untuk berkunjung ke Morotai, yang mendapat sambutan hangat dari Wagub Fujian.

Diluar forum-forum resmi CIFIT 2019, dilakukan pertemuan “one-o-one” antar pelaku bisnis dari Tiongkok dengan Tim Morotai, salah satunya dari Provinsi Fuzhou yang sedang mencari mitra bisnis untuk pengembangan kawasan industri di Indonesia, seperti KEK Jababeka, dan pengusaha perikanan yang ingin berinvetasi dari hulu ke hilir di Indonesia.

Wabup Asrun Padoma didamping Dubes Djauhari Oratmangun saat memberikan keterangan pers di CIFIT 2019 China.

Dalam wawancaranya dengan Duta Besar Djauhari Oratmangun dan Wakil Bupati Morotai, pihak media massa Cina, ingin mengetahui secara lebih tajam tentang peluang dan perkembangan kerja sama investasi serta perdagangan antara Indonesia dan RRT, secara khusus tentang potensi dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai.

Kehadiran Morotai pada event CIFIT 2019 ini tentu merupakan suatu pijakan awal, suatu kesempatan baik, dan langkah terobosan untuk mencari sumber-sumber dan atau alternatif pembiayaan baru, bagi kepentingan akselerasi pembangunan di Morotai, khususnya di bidang pengembangan infrastruktur, dan akselerasi pembangunan di tiga sektor unggulan yaitu pariwisata, perikanan dan pertanian.(LIL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here