Inovasi untuk Membangun Kepulauan Sula

0
15
Pembunyian lonceng Oleh Bupati Hendrata Thes, Kepala Pusat Litbang Kemendagri, Maurets Horas Panjaitan, pertanda di buka nya Forum Kordinasi Sistem Inovasi Daerah. Foto : Ekhy Drakel

KORIDORZINE, SANANA- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Kegiatan Rapat Forum Koordinasi Sistem Inovasi Daerah dengan tema “Sinergitas OPD Mengoptimalkan Pusat Jejaring Inovasi Daerah untuk Mendorong Percepatan Pembangunan Di Kabupaten Kepulauan Sula”.

Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ruangan Aulah Istana Daerah (Isda) tepatnya di Pusat Kota Sanana Desa Fagudu Kecamatan Sanana, Selasa (10/09) dibuka langsung oleh Bupati Hendrata Thes dan dihadiri Kepala Litbang Inovasi Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Mouritz Horas Panjaitan, Sekda Hi.Umar Umabaihi, Kepala Bappeda Syafrudin Sapsuha, Kasi Pers Kodim 1510 Sanana Kapten Inf Malik serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Kepsul.

Bupati Hendrata Thes dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Mouritz Horas Panjaitan bersama Tim Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di Kepsul.

Forum Koordinasi Sistem Inovasi Daerah tahun 2019 yang kita laksanakan pada hari ini adalah sebagai pintu perwujudan komitmen dalam mengisi senergitas pelaksanaan kegiatan inovasi daerah oleh masing-masing perangkat daerah sehingga kita berharap output dari pelaksanaannya dapat mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik untuk tercapaina peningkatan daya saing daerah di Kabupaten Kepulauan Sula.

Saya selalu ingatkan di setiap kesempatan bahwa tantangan dan permasalahan yang kita hadapi dari tahun ke tahun akan semakin berat, oleh karena itu tantangan ini harus dapat diatasi secara profesional, melalui perencanaan yang lebih progresif prinsip (evidence based training) atau perencanaan berdasarkan bukti untuk menjadi dasar penting dalam menyusun suatu perencanaan. Melalui prinsip ini, perencanaan harus berdasarkan dokumen dan data pendukung yang kuat agar hasil outcomes dan impact pembangunan tercapai.

Para pimpinan perangkat daerah harus lebih fokus dan lebih bersemangat lagi dalam melakukan terobosan inovatif dalam pelaksanaan kegiatan yang telah diamanatkan masyarakat lewat APBD, pahami dan laksanakan delapan prinsip inovasi Daerah dan peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak menimbulkan konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai kepatutan dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya serta tidak untuk kepentingan diri sendiri karena ini sebagai momentum perubahan untuk berkarya nyata berbuat untuk masyarakat.

Dalam sambutan itu, Bupati Hendrata Thes juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan suasana yang kondusif di wilayah Kepsul dalam persiapan Agenda Pemelihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di Kepsul yang proses dan tahapannya tidak lama lagi. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama.

Sementara Kepala Bappeda, Syafrudin Sapsuha dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem inovasi daerah pada dasarnya merupakan keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuh kembangkan Inovasi atau pembeharuan yang di lakukan instansi pemerintah atau lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha dan masyarakat di daerah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah di amanatkan bahwa semua pembaharuan penyelenggaraan dalam Pemerintah Daerah yang berbentuk diantaranya, inovasi tata kelola Pemerintahan Daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi daerah lain nya sesuai dengan urusan Pemerinta yang menjadi kewenangan daerah yang bagaimana di rangkum dalam pusat jejaringan inovasi daerah dan kemudian di tambah dengan manajemen dukungan kelitbangan.

Penyelenggaraan forum koordinasi sistem inovasi daerah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, komunikasi dan sinergi antara perangkat daerah untuk mendukung kebijakan Pemerinta Pusat melalui Pusat Jejaring Inovasi Daerah untuk memformulasikan capaian komitmen Pemerinta Daerah Kabupaten Kepulauan Sula dalam mendorong terwujudnya percepatan kerja terhadap masyarakat Kepsul.

Forum koordinasi ini akan berlangsung selama dua hari. Dan kegiatan pada hari pertam ini kita semua akan mendapat penjelasan tentang kebijakan Pemerintah tentang inovasi daerah dan pusat jejaring inovasi daerah, kemudian strategis peningkatan inovasi daerah melalui kegiatan yang sudah di rancang melalui hasil musrembang RKPD tahun 2019.

Dalam sambutanya, Kepala Bapeda Syafrudin Sapsuha juga menyampaikan kabar gembira bahwa berdasarkan informasi yang didapat dari Kementerian Pusat Inovasi daerah bahwa Kabupaten Kepulauan Sula masuk pada rangking ke lima yang bisa menembus daerah-daerah yang bisa dipacu dan bisa mendapat penghargan dari Presiden RI Ir. Joko Widodo.

Kegiatan hari kedua kita akan mengundang semua OPD untuk di beri pelatihan khusus tentang bagaimana mengimput Inovasi dari masing-masing OPD hingga masuk dalam sistem atau jejaring inovasi daerah di seluruh indonesia karena di Kabupaten Kepulauan Sula sudah punya inovasi tapi sejauh ini belum mengetahui bagaiman mempergunakan aplikasinya.

Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum untuk berkarya dalam menciptakan perubahan untuk membangun daerah melalui karya nyata inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegian tersebut di tandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Litbang Inovasi Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Mouritz Horas Panjaitan serta penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Hendrata Thes dan Mourits Horas Panjaitan.(EDL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here