Sempat Viral Surat Pembaptisannya, PNS Kepsul Kembali Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

0
20
Sahjuan Basahona kembali bersyahadat di KUA Sanana. Foto : Ekhy Drakel

KORIDORZINE, SANANA-Sahjuan Basahona pria asal Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang lahir di Kota Ternate pada tanggal 31 Desember tahun 1967 yang saat ini berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bertugas di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) Pemkab Kepsul, beberapa hari kemarin namanya lagi viral di Media Sosial (Medsos) Khusus nya di Group Facebook dan Group WhatsApp yang dihuni oleh sejumlah Warga Kepsul pengguna Medsos.

Sahjuan yang di ketahui beragama islam itu, tiba-tiba saja ada salah satu Akun Facebook atas nama Maulana Silayar memosting surat Baptisan ber nomor:12/2009 pada 18 Oktober 2009 telah di Baptiskan didalam Ibadah Jemaat di Gereja Protestan Maluku Benteng Karang Klasis Pulau Ambon.

Akibat surat Baptisan Sahjuan Basahona yang mendadak viral di Media Sosial membuat Sahjuan mulai dihujani dengan berbagai macam bahasa dari para pengguna Medsos terkhususnya warga Kepsul. Warga net mempertanyakan status ke-Islaman Sahjuan.

Akibat kondisi tersebut membuat pihak-pihak terkait yang berkompeten dalam Agama Islam pun merasa terpanggil dan memanggil Sahjuan untuk memberi keterangan.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kepsul, H.Haryono Subiyanto, S.Si., M.PdI kepada KORIDORZINE, Senin (9/09),  mengatakan bahwa terkait dengan adanya keresahan tentang postingan di Media Sosial (Medsos) terutama di Group facebook tentang surat Baptis atas nama Sahjuan Basahona, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pada hari Sabtu (7/9) kita sudah panggil yang bersangkutan Sahjuan Basahona untuk melakukan tabayyun secara langsung dan dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepsul, Hi. Abdurahman Kharie, Ustad Abdul Halil Umasugi, kemudian saya sendiri sebagai sekretaris MUI sekaligus Kabag Kesra, kemudian dari unsur komisi fatwa MUI dan juga dari unsur Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kepsul Ustad Yamin Jul, S.sos dan Ustad Muluk Duwila yang juga sebagai komisi fatwa MUI serta ditambah lagi dengan komisi Hukum Amirudin Yakseb.

“Kenapa kita harus memanggil yang bersangkutan secara langsung untuk memberi keterangan, karena ketika kita mengeluarkan fatwa atau pandangan tidak mungkin kita tidak memakai sumber. Kepentingan kita untuk memanggil yang bersangkutan secara langsung tujuannya agar sumber yang kita dapat adalah sumber primer sehingga ketika kita mengluarkan fatwanya itu tidak sebuah kebenaran yang mutlak tetapi mendekati sebuah kebenaran,” papar Kabag Kesra Kepsul H. Haryono Subiyanto.

Dalam pertemuan itu, lanjutnya, kita meminta Sahjuan Basahona menceritakan secara jujur apa yang terjadi. Dari hasil tabayun tersebut maka yang bersangkutan mengakui bahwa di tahun 2009 waktu itu ia menikahi Wanita beragama Kristen maka ia juga ikut masuk Kristen.

Oleh karena itu, surat Baptis yang di posting di Media Sosial itu memang betul.

Kemudian setelah selesai menikah dan masuk Agama Kristen, lanjut Haryono, dalam perjalanan rumah tangganya sudah tidak harmonis sehingga di tahun 2015 yang bersangkutan Sahjuan Basahona kembali ke Sanana Kabupaten Kepsul,
dan saat itu juga ia kembali masuk Islam. Ia kembali di-Islamkan oleh ibunya dan sempat membaca dua kalimat syahadat dan dimandikan dengan tanah merah.

Jadi mulai dari tahun 2015 sampai hari ini secara devakto memang yang bersangkutan sudah resmi kembali masuk islam, hanya saja mungkin publik butuh kejelasan yang pasti karena memang ada surat Baptis maka mungkin harus ada juga surat serupa yang harus di keluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Oleh karena itu, pada hari Senin sekitar pukul 09.00 WIT Sahjuan diantarkan ke Kantor KUA. Setelah itu, Senin (9/9) sore surat pernyataan masuk islam sudah ditandatangani oleh yang bersangkutan dan Kepala KUA.

Beberapa surat pernyataan masuk Islamnya yang dikeluarkan oleh KUA akan kita tebuskan untuk MUI Kepsul, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepsul dan Gereja tempat dia dibaptis atau Gereja Protestan yang ada di Kota Sanana agar publik tau kalau dia sekarang posisinya sudah islam sehingga sudah tidak ada lagi pihak keluarga maupun pihak masyarakat Kepulauan sula yang ragu dengannya.

“Selama ini memang saya sendiri sebagai saksi bahwa setiap hari saya melihat yang bersangkutan Sahjuan selalu Adzan dan sholat Dzuhur di Masjid Kantor Bupati. Meskipun begitu, tapi jangan sampai masih ada orang yang ragu dengannya maka dengan terbitnya surat pernyataan agar bisa menepis segala keraguan itu bahwa betul yang bersangkutan sudah benar-benar memeluk agama Islam tanpa ada paksaan dari siapapun,” pungkas Kabag Kesra.(EDL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here